Nigeria menyumbang penemuan dalam menghadapi infeksi HIV

Partikel HIV-1 berkumpul di permukaan sebuah makrofag terinfeksi (Sumber: Reconfirming the Traditional Model of HIV Particle Assembly. Gross L, PLoS Biology Vol. 4/12/2006, e445)

Partikel HIV-1 berkumpul di permukaan sebuah makrofag terinfeksi (Sumber: Reconfirming the Traditional Model of HIV Particle Assembly. Gross L, PLoS Biology Vol. 4/12/2006, e445)

Sebuah tim ilmuwan dari sejumlah perguruan tinggi di Nigeria telah menemukan apa yang bisa menjadi pengobatan baru untuk HIV infeksi dan yang dapat memangkas biaya pengobatan.

Hasil karya mereka yang berjudul “Assessment of Antiretroviral Effects of a Synthetic Aluminum-magnesium Silicate [AMS]” (Penilaian terhadap Efek Antiretroviral dari Aluminium Magnesium Silikat Sintesis) diterbitkan dalam British Journal of Medicine & Medical Research dan ditampilkan di sciencedomain international.

“AMS memiliki efek antiretroviral dan bisa menjadi terapi antiretroviral murah untuk perawatan rutin untuk mengurangi tingginya tingkat infeksi HIV di antara kelompok-kelompok berpenghasilan rendah,” demikian kesimpulan dari penelitian tersebut.

AMS, yang disebut telah digunakan sebagai obat dalam beberapa dekade tanpa laporan toksisitas, “memiliki muatan listrik negatif dan positif membuat AMS obat antivirus spektrum luas, karena, ketika sejumlah besar partikel virus penyerang menyerap ke molekul-molekulnya dan bukan ke sel host, infeksi virus mereka dihentikan,” demikian dicatat dalam laporan jurnal tersebut.

Sciencedomain