Kardinal baru Spanyol: Pesan Paus Fransiskus telah “dimanipulasi oleh media sekuler”

Paus Fransiskus_Y

Pemimpin Gereja Roma Katolik, Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus baru-baru ini menunjuk 16 Kardinal baru yang akan duduk di Konsistori, dewan yang akan bekerja dekat dengannya dalam menangani urusan-urusan Gereja Katolik.

Uskup Agung regional yang terpilih berasal dari Filipina, Korea (Selatan), Pantai Gading, Burkina Faso, Italia, Inggris, Spanyol, Kanada, Antiles, Amerika Latin termasuk Hawaii.

Mereka serta empat Kardinal baru dari kalangan Kuria akan ditetapkan dalam upacara peneguhan 22 Februari mendatang.

Menyusul penunjukkan yang diliput luas ini, Kardinal terpilih Uskup Agung Emiritus Pamplona, Fernando Sebastian Aguilar, mendapat sorotan media sekular karena pernyataannya yang tegas kepada Diario Sur, koran Spanyol (20/1).

LATIHAN DALAM KEBEBASAN

“Homoseksualitas adalah kelainan dalam ekspresi seksualitas, karena seks memiliki struktur dan tujuan, yaitu untuk prokreasi,” ungkapnya seperi dikutip LSN.

“Mengatakan bahwa homoseksualitas adalah kelainan bukanlah sebuah penghinaan,” ujar Kardinal yang merupakan yang tertua di antara mereka yang terpilih (84 tahun).

“Itu membantu karena dalam banyak kasus ketertarikan sesama adalah mungkin untuk pulih dan menjadi normal.”

Sebuah kelompok pembela praktek homoseksual di Spanyol, Colega, menuduh Kardinal Aguilar, yang sebelumnya juga merupakan profesor teologi sejak tahun 1960, sebagai “homofobia” dan bahwa homoseksualitas adalah “penyakit yang tak dapat disembuhkan.”

Praktek hubungan sejenis tetap diharamkan dalam Gereja Katolik sesuai dengan ajaran katekisasinya, bahwa praktek demikian di antaranya “bertentangan dengan hukum alam” dan “menutup hubungan seksual dari pemberian hidup.”

Katekisasi Gereja Katolik juga mengajarkan kemurnian akhlak, pengendalian diri yang merupakan latihan dalam kebebasan manusia. Pilihan yang ditawarkan adalah mengendalikan hasrat dan menemukan kedamaian, atau membiarkan diri dikendalikan oleh hasrat dan kehilangan kebahagiaan.

PEMBERITAAN MEDIA
Dalam kutipan LSN, koran Inggris Daily Mail melaporkan bahwa ungkapan Kardinal Aguilar “bertentangan langsung dengan pernyataan Paus Fransiskus baru-baru ini bahwa [G]ereja Katolik tidak boleh meminggirkan orang-orang dengan ketertarikan sesama jenis.”

Tahun lalu Paus Fransiskus mengatakan di pesawat dari menghadiri Hari Pemuda Sedunia di Brazil, “Jika seseorang yang mempunyai ketertarikan sesama jenis dengan niat baik mencari Tuhan, siapa saya untuk menghakimi?”

Tapi Kardinal Aguilar menepis penafsiran itu. Ia menilai pesan Paus Fransiskus telah “dimanipulasi oleh media sekuler.”

“Paus sangat menghormati dan memperlakukan semua orang dengan penghargaan yang tinggi tapi tidak mengkhianati atau merubah ajaran tradisional gereja,” ungkap Kardinal Aguilar.

“Berbelas kasih terhadap seorang yang memiliki ketertarikan sesama jenis adalah satu hal, tapi membenarkan secara moral praktek hubungan sejenis adalah hal yang lain.”

“Apa yang ia [Paus Fransiskus] lakukan adalah menawarkan pengertian dan belas kasih dan menunjukkan keinginan untuk menyambut mereka yang terhilang,” katanya.

 

Diperbarui 2 Mei 2015.