Pimpinan gereja Irak menolak serangan bom di hari Natal diarahkan pada gereja

Lokasi kejadian (foto: AINANews).

Lokasi kejadian (foto: AINANews).

IRAK, Bagdad (Yubelium) — Sebuah bom mobil meledak dekat Gereja Katolik St. Yohanes di Dora, wilayah yang dihuni umat Kristen. Serangan yang terjadi ketika umat Kristen baru selesai mengikuti ibadah Natal itu menelan 27 korban jiwa dan 56 luka-luka, demikian dilaporkan AINA News.

Sebuah bom lainnya meledak di pasar terbuka di wilayah yang sama menewaskan 11 orang dan melukai 21 lainnya.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan ini.

Serangan ini memberi tanda tanya pada pernyataan Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, yang dalam ucapan selamatnya bagi umat Kristen yang merayakan Natal, berharap Tahun Baru akan menjadi tahun yang aman dan stabil di Irak.

Berbagai aksi kekerasan terus menumpahkan darah rakyat Irak. Jika terus berlanjut, serangan-serangan yang didaulat sebagai kekerasan sektarian (kekerasan antar kelompok) itu sepertinya akan tetap menekan Irak di bawah sampai beberapa dekade ke depan.

 

Bukan terhadap gereja

Patriark Gereja Katolik Kaldea, H. H. Luis Sako, menyatakan bahwa serangan ini bukan secara langsung diarahkan ke gereja.

Hal senada diungkapkan wakil uskup Temathius Essa, dari Gereja St. Shmoni di Dora. “Serangan itu tidak ada kaitannya dengan gereja. Serangan itu diarahkan ke pasar,” ungkapnya kepada AFP, dikutip AINA.

Wilayah Dora sebelumnya dihuni oleh sekitar 150 ribu umat Kristen berlatar belakang Asiria. Saat ini sekitar 3000 orang masih bertahan. Mengikuti kejatuhan Sadam Hussein, wilayah tersebut menjadi basis militan dan kelompok al-Qaeda.

Menurut laporan The Telegraph, setelah invasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat tahun 2003, tinggal dua dari tujuh gereja di Dora yang bertahan.

Dr. Nimrod Raphaeli, menyoroti penderitaan yang dialami gereja di Irak, menulis bahwa umat Kristen dianggap sebagai sekutu dari “pasukan perang salib yang menginvasi [Irak].”

90 orang tewas

Minggu lalu (17/12), koran Irak berbahasa Arab-Inggris, Azzaman, melaporkan 90 orang tewas akibat serangan bom mobil dan bom bunuh diri

Rangkaian serangan itu menargetkan para peziarah Muslim Syiah yang berkunjung ke kota suci mereka Karbala.

Situasi di Irak terus mengundang keprihatinan. Serangan bom di wilayah Kristen tersebut menambah korban kekerasan di Irak Desember ini menjadi 441. Menurut perkiraan PBB jumlah korban di tahun 2013 ini mencapai lebih dari 8000 orang.

Berbagai aksi kekerasan terus menumpahkan darah rakyat Irak. Jika terus berlanjut, serangan-serangan yang didaulat sebagai kekerasan sektarian (kekerasan antar kelompok) itu sepertinya akan tetap menekan Irak di bawah sampai beberapa dekade ke depan. [+]

——-

“Christmas Day Bombings Target Christians in Iraq, 38 Killed,” AINANews, December 25, 2013, http://www.aina.org/news/20131225143917.htm.
“Christmas day bomb blasts rock Baghdad’s Christian community,” Christian Today Australia, December 26,  2013, http://au.christiantoday.com/article/christmas-day-bomb-blasts-rock-baghdads-christian-community/16678.htm.
Dr. Nimrod Raphaeli, “The Plight of the Iraqi Christians – An Update following the Attack on the Baghdad Church,” MEMRI, November 9, 2010, http://www.memri.org/report/en/0/0/0/0/112/0/4751.htm.
Maliki congratulates Christians on Christmas, Iraqi News, Desember 25, 2013, http://www.iraqinews.com/baghdad-politics/maliki-congratulates-christians-on-christmas/#axzz2oXRC3nxO.
90 killed in Iraq violence in one day, Azzaman, December 17, 2013, http://www.azzaman.com/english/?p=1104.