Pesan Natal Paus Fransiskus: Perdagangan manusia, tindak kejahatan berat terhadap kemanusiaan

Pesan Natal Paus Fransiskus: Perdagangan manusia, tindak kejahatan berat terhadap kemanusiaan

VATIKAN (Yubelium.com) — “Memandang Anak di palungan, Anak perdamaian, kita mengingat anak-anak yang merupakan korban paling rentan dalam perang, kita juga mengingat para lanjut usia, perempuan yang teraniaya, mereka yang sakit…Perang menghancurkan dan menyakiti begitu banyak orang!” demikian antara lain pesan Natal dari pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, sekaligus mengingatkan bahwa perdagangan manusia merupakan tindak kejahatan berat terhadap kemanusiaan.

“…sentuh hati mereka yang terlibat dalam perdagangan manusia, supaya mereka menyadari berapa beratnya kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” pintanya kepada Kristus yang dilambangkan sebagai seorang Anak.

Selain menyoroti isu perdagangan manusia, eksploitasi lingkungan, paus kelahiran Argentina ini juga menyebut berbagai persoalan yang tengah melanda berbagai negara.

Dalam ekspresi doa ia meminta anugerah perdamaian di Afrika Tengah, yang “sering terlupakan dan terabaikan.” Tetapi bahwa Tuhan tidak melupakan siapa pun.

Ia meminta perlindungan bagi semua yang dianiaya oleh sebab nama Tuhan, dan memohon supaya “para migran yang dalam pencarian akan hidup yang bermartabat menemukan penerimaan dan bantuan.” Ia berharap tragedi seperti yang terjadi di Lampedusa tidak akan terjadi lagi.Ia meratapi akibat dari konflik di Suriah, memohonkan hormoni sosial di Sudan Selatan, dan berdoa bagi masyarakat Nigeria, Israel dan Palestina, Irak; para pengungsi di wilayah Tanduk Afrika (Horn of Africa) dan DR Kongo; serta korban bencana alam di Filipina.

Dalam pesan Natal yang dibawakan di Alun-alun St. Petrus, Vatikan, pada Hari Natal, Paus Fransiskus menekankan pentingnya dialog dan menghindari penggunaan kekerasan dan perang.

“…di mana saja, jauhkan hati dari kekerasan dan berikan inspirasi untuk meletakkan senjata dan mengambil jalan dialog,” pintanya kepada Kristus sang Raja Damai. Ia menyoroti penderitaan anak-anak dalam situasi perang.

Lebih jauh ia mengajak, “Lihatlah betapa banyak anak-anak yang diculik, yang terluka dan terbunuh dalam konflik bersenjata, dan mereka yang masa kanak-kanaknya dirampas dan dipaksa menjadi serdadu.”

Dalam ungkapan kata penutup di antaranya ia berucap, “Saudara-saudari, hari ini, di dalam dunia ini, di dalam kemanusiaan ini, telah lahir Juruselamat, yang adalah Kristus Tuhan. Mari kita berhenti di hadapan Anak Betlehem. Mari ijinkan hati kita disentuh, jangan kita takut akan hal ini. Jangan kita takut hati kita digerakkan. Kita membutuhkan ini! Mari kita ijinkan hati kita dihangatkan oleh kelembutan Allah; kita membutuhkan belaian-Nya. Belaian dari Allah takkan menyakiti kita. [Belaian-Nya] memberikan kita damai dan kekuatan.” [+]

Pesan keseluruhan Paus Fransiskus yang biasa disebut Urbi et Orbi ini (teks dalam bahasa Inggris) dapat dilihat di News.va.

Catatan redaksi: tulisan ini terakhir diperbarui pada 30/1/2018 untuk teknis penulisan.

%d bloggers like this: